Ketua DPC GIBM Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Korupsi dan Kawal Perubahan
KABUPATEN BLITAR – Gerakan Indonesia Berani Maju (GIBM), organisasi kemasyarakatan yang fokus pada gerakan antikorupsi dan advokasi, resmi memulai langkah strategisnya di Kabupaten Blitar. Sebagai organisasi yang lahir dari semangat perubahan, GIBM berkomitmen untuk memutus rantai korupsi di lingkungan pemerintahan demi mewujudkan Blitar yang lebih transparan dan lebih baik.
Ketua DPC GIBM Kabupaten Blitar, Supriyanto, menegaskan bahwa kehadiran GIBM bukan sekadar pelengkap, melainkan wadah perjuangan bagi masyarakat yang resah dengan praktik korupsi.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Blitar untuk bersatu. Saatnya kita menjaga daerah kita agar lebih baik dan bersama-sama memutus rantai korupsi di lingkungan pemerintahan. Kita tidak bisa diam melihat ketidakadilan terjadi," ujar Supriyanto.
Saat ini, GIBM sedang melakukan rekrutmen pengurus di jajaran DPC serta mencari sosok Ketua PAC di 23 kecamatan se-Kabupaten Blitar. GIBM mencari tokoh-tokoh masyarakat pilihan yang memiliki keberanian nyata untuk turun ke lapangan membela kepentingan rakyat.
"Kami mencari tokoh yang memiliki nyali. Kami mengutamakan mereka yang berani mengkritik secara jantan di depan, bukan di belakang.
Integritas adalah harga mati bagi setiap anggota kami," tegasnya.
Menjaga Independensi dan Netralitas
Untuk menjaga kemurnian perjuangan, GIBM menetapkan standar rekrutmen yang ketat.
Supriyanto menegaskan dua poin utama dalam kebijakan keanggotaan:
1.Independensi Organisasi:
Pengurus GIBM tidak boleh rangkap jabatan sebagai
LSM, Wartawan maupun organisasi masyarakat lain yang memiliki tujuan serupa. Hal ini dilakukan demi menjaga fokus perjuangan dan efektivitas gerak organisasi.
2.Kemandirian Anggota:
GIBM secara tegas tidak menerima anggota yang berstatus sebagai abdi negara atau pihak yang menerima gaji dari negara. Langkah ini diambil untuk menjamin posisi GIBM tetap netral, independen, dan berani dalam melakukan pengawasan tanpa konflik kepentingan.
"Kami ingin benar-benar netral dan fokus pada perjuangan rakyat. Oleh karena itu, kami menutup pintu bagi mereka yang masih terikat dengan penggajian negara. Kami butuh orang-orang yang bisa bergerak bebas tanpa hambatan kepentingan birokrasi," pungkas Supriyanto.
Bagi masyarakat yang peduli dan merasa terpanggil untuk memperbaiki keadaan Blitar, GIBM membuka pintu seluas-luasnya untuk bergabung dalam barisan perjuangan ini dapat menghubungi kami di nomor wa : 082139648809