Bupati Blitar Jangan Mau Jadi Boneka Wakil Bupati



BLITAR, Kantor Hukum – Prahara politik di Kabupaten Blitar kembali memanas. Kali ini, Bupati Blitar Rijanto, yang juga menjabat Ketua DPC PDI-P Kabupaten Blitar, menjadi sorotan setelah kegaduhan pada rapat paripurna yang dijadwalkan Rabu (13/11/2024).

Haryono, dari kantor hukum Haryono and Partners, menyayangkan adanya dugaan intervensi politik yang berpotensi melumpuhkan roda pemerintahan di Kabupaten Blitar.

"Kami melihat ada sinyalemen kuat intervensi politik yang membuat Bupati Blitar tidak leluasa menjalankan tugasnya," ujar Haryono saat ditemui di Blitar, Kamis (14/11/2024).

Menurutnya, perselisihan yang terjadi antara Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Beky Ardiansyah akhir-akhir ini adalah bukti adanya 'tarik-menarik' kepentingan di balik layar. Ia menekankan pentingnya Rijanto untuk tidak tunduk pada tekanan politik dari pihak mana pun termasuk dari Wakilnya.

"Bupati jangan mau jadi boneka. Beliau harus berani berdiri di atas kaki sendiri dan menjalankan amanah rakyat yang telah memilihnya. Apabila terus-menerus mengikuti kehendak politik tertentu, yang dirugikan adalah masyarakat Blitar itu sendiri," tegas Haryono.

Haryono menambahkan, setiap kebijakan yang diambil oleh seorang kepala daerah harus berlandaskan pada kepentingan umum, bukan kepentingan golongan. Ia berharap Bupati Rijanto dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengakhiri perseteruan ini demi stabilitas pemerintahan dan kelancaran pembangunan.

"Sudah saatnya Bupati Blitar menunjukkan kepemimpinan yang mandiri dan berintegritas. Masyarakat menanti langkah konkret dari beliau untuk memastikan birokrasi berjalan efektif dan tidak tersandera oleh kepentingan politik sesaat," tutup Haryono

(Hry)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Anggota Polres Blitar Di Duga Tipu Warga

Arogansi Aparat Dalam Pembubaran Sound karnaval Nglegok, Membuat Masyarakat Trauma