GIBM BONGKAR SKANDAL HOAKS IJAZAH JOKOWI: HARYONO DESAK POLRI SERET ROY SURYO CS KE PENJARA SEKARANG!


Gerakan Indonesia Berani Maju(GIBM),Tabir gelap "pembunuhan karakter" terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya runtuh total. Menanggapi pengakuan mengejutkan dan permohonan maaf pakar digital forensik Rismon Sianipar kepada Jokowi di Solo pada 12 Maret 2026, Ketua Umum GIBM, Haryono, S.H., M.H., melontarkan pernyataan keras yang mengguncang jagat politik nasional.

Haryono menegaskan bahwa sandiwara analisis ijazah palsu yang selama ini dimainkan adalah kejahatan demokrasi tingkat tinggi. Menurutnya, permintaan maaf Rismon Sianipar adalah bukti tak terbantahkan bahwa selama ini rakyat Indonesia telah dicekoki racun kebohongan yang sistematis.

"Bukan Kritik, Ini Operasi Busuk!"
Dalam keterangannya, Haryono menyoroti bahwa tindakan kelompok Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan antek-anteknya bukan sekadar kebebasan berpendapat, melainkan operasi terencana untuk menghancurkan martabat seorang pemimpin negara.

"Apa yang mereka lakukan adalah upaya downgrade nama baik Bapak Jokowi dan bullying biadab terhadap keluarga beliau. Ini modus terselubung untuk mendelegitimasi kepemimpinan nasional dengan tumpukan kebohongan!" tegas Haryono dengan nada tinggi.

Desak Polri.
Seret Sang Aktor Intelektual!
Meski mengapresiasi pengakuan Rismon atas keaslian ijazah Jokowi yang telah divalidasi UGM, Haryono menyatakan bahwa GIBM tidak akan membiarkan kasus ini selesai hanya dengan jabat tangan.

Bagi GIBM, permintaan maaf saja tidak cukup untuk menebus kegaduhan yang telah meracuni pikiran rakyat selama bertahun-tahun. Haryono mendesak Polri untuk segera bertindak tanpa kompromi:
Tangkap Roy Suryo dkk: Dengan adanya pengakuan dari internal mereka sendiri, Polri tidak punya alasan lagi untuk ragu menjerat kelompok ini atas dugaan penyebaran berita bohong (hoaks).

Audit Aliran Dana.
Haryono mencurigai adanya kekuatan besar di balik gerakan masif ini. "Rakyat perlu tahu siapa yang mendonasi mereka! Apakah ada kepentingan oligarki hitam atau aktor politik pengecut yang membiayai produksi hoaks ini?" cetus Haryono.

Kebenaran Telah Menang
Menutup pernyataannya, Haryono menyerukan kepada seluruh masyarakat, khususnya anggota GIBM, untuk membuang jauh-jauh "narasi sampah" yang selama ini diproduksi kelompok tersebut.

“Kebenaran akhirnya menemukan jalannya. Jangan lagi beri ruang bagi para produsen hoaks yang ingin merobek tatanan demokrasi kita demi syahwat politik kotor mereka!” pungkasnya(Hr)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Anggota Polres Blitar Di Duga Tipu Warga

Bupati Blitar Jangan Mau Jadi Boneka Wakil Bupati

Arogansi Aparat Dalam Pembubaran Sound karnaval Nglegok, Membuat Masyarakat Trauma