Ketua F-MPB Desak DPP PPP Segera Pecat GP(Anggota DPRD Kota Blitar): “Partai Religius Tidak Boleh Tumpul Dalam Urusan Moral”
Blitar — Ketua Forum Masyarakat Peduli Blitar (F-MPB), Haryono,S.H.,M.H, mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bertindak cepat dan tegas terhadap GP, anggota DPRD Kota Blitar yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan perzinaan di Polres Batu.
Menurut Haryono, sikap PPP yang menunggu putusan inkrah justru menunjukkan ketidaktegasan dalam menjaga marwah partai yang membawa simbol religius dan mengusung nilai-nilai moral dalam setiap kampanyenya.
“Ini bukan hanya soal hukum. Ini soal etika, moral, dan kehormatan partai yang selama ini mengatasnamakan nilai-nilai Islam. Jika partai religius justru ragu menegakkan moral internalnya, bagaimana publik percaya mereka mampu menjaga moral bangsa?” tegas Haryono.
Etika Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Fondasi Jabatan Publik
Haryono menilai, seorang anggota DPRD bukan hanya pejabat administratif, melainkan wajah moral dari konstituennya. Perilaku pribadi seorang wakil rakyat memiliki resonansi besar terhadap kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, dugaan pelanggaran etika (meski masih dalam proses hukum )sudah lebih dari cukup untuk memicu langkah organisasi yang tegas.
“Tidak ada yang memvonis bersalah. Tapi dugaan pelanggaran etik yang sudah masuk ranah publik menuntut respons cepat. Jabatan publik itu tidak sekadar gaji dan fasilitas; itu amanah. Dan amanah tidak bisa menunggu putusan pengadilan,” ujarnya.
Haryono menyebut bahwa banyak partai besar lain yang tidak menunggu putusan pengadilan untuk memberi sanksi etik, karena standar moral internal jauh lebih tinggi dibanding standar pidana.
PPP Diingatkan Tidak Bersembunyi di Balik Kalimat ‘Menunggu Inkrah’
F-MPB menilai PPP berisiko kehilangan kepercayaan publik jika menunjukkan sikap pasif dalam kasus yang menyangkut isu moral.
Haryono menegaskan bahwa “menunggu inkrah” sering kali menjadi alasan klasik yang digunakan partai ketika tidak ingin mengambil risiko politik.
“Partai boleh menunggu pengadilan untuk menentukan bersalah atau tidak. Tapi soal etika, partai tidak perlu menunggu siapa pun. Jika dugaan perbuatan itu dianggap bertentangan dengan nilai partai, kenapa harus menunggu? Apa nilai moral PPP begitu lemah sampai harus menunggu hakim?” kata Haryono.
Ia menambahkan, PPP justru memiliki kewajiban moral lebih tinggi dibanding partai lain karena identitas perjuangannya jelas: agama, akhlak, dan kehormatan.
Masyarakat Butuh Ketegasan, Bukan Keraguan
Haryono menegaskan bahwa masyarakat Blitar menginginkan tindakan cepat untuk menunjukkan bahwa partai benar-benar memegang teguh prinsip moral yang selalu dikampanyekan.
“Kami tidak masuk ke ranah hukum, itu urusan penyidik dan hakim. Tapi sebagai masyarakat, kami menuntut konsistensi moral. Jika partai bicara moral di panggung, maka partai harus berani menegakkan moral di dalam rumahnya sendiri,” tegasnya.
F-MPB berharap DPP PPP segera mengambil langkah pemecatan terhadap GP untuk menjaga kehormatan partai, lembaga DPRD, dan kepercayaan publik(HR)