Minta Polres Blitar Gelar Konferensi Pers Terkait Mobil Mewah Tanpa Nopol Diduga Milik Wabup Beky
Blitar, KantorhukumH&P.com– Haryono, S.H., M.H., menyoroti insiden kecelakaan mobil mewah BMW M4 Coupe berwarna hijau kekuningan yang diduga dikemudikan Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, pada Jumat (29/8/2025) malam di simpang empat Kanigoro, Blitar. Menurut Haryono, sejumlah kejanggalan dalam peristiwa ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Pertama, ia menyoroti aksi pengemudi mobil tersebut yang sebelumnya sempat menggeber-geber kendaraan usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar. Aksi itu dilakukan ketika para wartawan sedang mewawancarai Ketua DPRD terkait pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
“Ini bukan sekadar soal gaya, tapi menyangkut etika pejabat publik. Pejabat harus menunjukkan teladan moral, bukan sebaliknya,” tegas Haryono, Sabtu (30/8/2025).
Kedua, Haryono mempertanyakan hilangnya pelat nomor polisi mobil tersebut. Berdasarkan informasi saksi, sebelum kecelakaan mobil masih menggunakan pelat nomor. Namun saat kejadian, pelat sudah dilepas.
“Ada apa pelat nomor ini dilepas? Apakah ada sesuatu yang ditutupi? Atau mobil ini bermasalah? Polisi harus transparan, periksa kepemilikan kendaraan ini dan umumkan hasilnya ke publik,” ujarnya.
Selain itu, Haryono juga menyinggung hubungan eksekutif dan legislatif di Blitar yang belakangan disebut memanas akibat molornya pembahasan dan pengesahan PAK. Ia menilai insiden ini tidak bisa dilepaskan dari konteks tarik-menarik kepentingan antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Jangan sampai persoalan ini menambah ketidakpercayaan publik terhadap eksekutif dan legislatif. Blitar butuh pemerintahan yang solid, bukan yang saling sandera kepentingan,” kata Haryono.
Terakhir, ia mendesak Polres Blitar untuk segera menggelar konferensi pers resmi terkait insiden ini agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi.
“Polisi harus hadir memberikan kepastian hukum. Jangan sampai publik berspekulasi dan menimbulkan persepsi negatif. Keterbukaan itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Haryono(H&P)